Prosesnya adalah sebagai berikut:

  1. Ada pertumbuhan
  2. Masuk dalam pembangunan tubuh Kristus
  3. Ada hubungan antara tubuh dan Kepala, hubungan yang tak terpisahkan

1. Ada Pertumbuhan
Ada 2 macam pertumbuhan dalam gereja, yaitu:

  1. Pertumbuhan secara kuantitas
    Ini menunjuk pada kegerakan Roh Kudus Hujan Awal, kegerakan dalam firman penginjilan.
    Efesus 1:13
    Firman pengijilan ini memberitakan tentang Yesus yang telah datang pertama kali ke dalam dunia untuk menyelamatkan manusia berdosa lewat korbanNya di kayu salib.
    Firman ini memanggil manusia berdosa supaya percaya Yesus dan diselamatkan.
    Tanda-tanda diselamatkan adalah sebagai berikut:
    • Ada iman pada Yesus, lewat mendengar firman (Roma 10:17)
    • Bertobat, yaitu berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan
    • Baptisan air dan baptisan Roh Kudus: hidup dalam kebenaran.
    Praktek dari pertumbuhan secara kuantitas adalah seperti di bawah ini:
    Keluaran 1:1-7
    Yakub � 12 anak Yakub � 70 keturunan � rakyat banyak tak terhitung jumlahnya (dalam Perjanjian Lama)
    Yesus � 12 murid � 70 murid � orang Kristen yang tak terhitung jumlahnya (dalam Perjanjian Baru)
    Tetapi jangan pernah sombong dengan pertumbuhan seperti itu karena �banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih�. Jadi pertumbuhan ini perlu ditingkatkan pada pertumbuhan berikutnya, yaitu:
  2. Pertumbuhan secara kualitas
    Ini menunjuk pada kegerakan Roh Kudus Hujan Akhir, kegerakan dalam firman pengajaran.
    2 Korintus 4:3-4
    Firman pengajaran ini memberitakan Yesus yang akan datang kedua kali dalam kemuliaan sebagai Mempelai Laki-laki Surga, Raja segala raja, tidak ada kaitan dengan dosa sama sekali.
    Ini merupakan Injil tentang kemuliaan Kristus untuk meningkatkan kualitas gereja Tuhan supaya menjadi sama suci dan sempurna seperti Yesus.
    Tanpa firman pengajaran, pertumbuhan gereja Tuhan akan menjadi tidak normal seperti di bawah ini:
    • Ibrani 5:11-13
      Lamban dalam hal mendengarkan, kerohanian hanya seperti bayi.
      Efesus 4:14
      Akibatnya adalah:
      1. mudah disesatkan oleh angin pengajaran palsu
      2. tertinggal saat Yesus datang kedua kali karena seorang bayi tidak dapat masuk dalam pesta nikah Anak Domba.
    • Menjadi buta, tidak punya arah tapi hanya menuju jurang maut.
      Amsal 7:2-3

      Firman pengajaran adalah bagaikan biji mata Tuhan.
      Praktek dari menjadi buta adalah sebagai berikut:
      1. duduk di tepi jalan, artinya: tidak tergembala
        Ini sangat berbahaya karena ia akan menjadi seperti pohon ara di tepi jalan, kering rohani dan seluruh hidup menjadi kering pula.
      2. meminta-minta
      Markus 6:7
      Pertumbuhan gereja ditandai dengan angka �12� dan �70� yang menunjuk pada pengutusan.
      Lukas 10:1
      Artinya seseorang yang memiliki pertumbuhan rohani harus diutus oleh Tuhan, memiliki jabatan pelayanan sebagai imam-imam dan raja-raja.
      Wahyu 20:6; 22:3-5

Lukas 10:3
Pengutusan itu adalah seperti seekor doma di tengah serigala.
Yang dibutuhkan domba hanyalah gembala.
Karena itu, kita harus tergembala.

1 Petrus 5:2-4
Tanda-tanda pelayanan dalam penggembalaan adalah sebagai berikut:

  1. melayani tidak dengan paksa tapi dengan sukarela.
  2. tidak karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.
  3. tidak berbuat seolah-olah mau memerintah domba-domba tetapi menjadi teladan bagi mereka.

Maka kita akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu, menjadi Mempelai Wanita Tuhan.
Bukti memiliki mahkota itu adalah kita tidak menjadi layu dalam pelayanan.

Lukas 22:35-36, 38
Bekal dalam pengutusan adalah seperti di bawah ini:

  1. pedang, yang lebih tajam dari pedang bermata 2 mana pun, yaitu firman pengajaran.
    Firman ini akan menyucikan hati dan pikiran kita, sampai seluruh hidup kita.
    Matius 5:27-28
    Penyucian hati adalah dari keinginan seperti berikut ini:
    • Keinginan najis, yang memuncak pada dosa seks dan makan-minum.
    • Keinginan jahat, akarnya adalah ikatan akan uang.
      Jika terikat akan uang, seseorang akan meninggalkan ibadah dan pelayanan hanya untuk mencari uang, atau justru beribadah dan melayani hanya untuk mendapat uang, ia tidak dapat memberi,termasuk pula tidak dapat memberi perpuluhan.
      Bekal pedang ini (kesucian dari firman pengajaran) sudah cukup di dunia ini, bahkan untuk menyempurnakan kita ketika Tuhan datang kedua kali.
  2. tongkat
    Markus 6:8
    Yaitu salib Yesus, artinya adalah penderitaan tanpa dosa.
    1 Petrus 2:19
    Ini merupakan kasih karunia Tuhan.
    Kejadian 6:7-8

Kegunaan kasih karunia adalah sebagai berikut:

  • Untuk membuat kita mampu bertahan menghadapi (1) krisis di segala bidang, (2) dosa-dosa yang memuncak pada dosa seks dan makan-minum, dan (3) penghukuman Tuhan.
  • Untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali
    Wahyu 22:20-21